8 Langkah Membuat In-House Magazine Ditunggu Kehadirannya
Falcon PR - Keberadaan media internal (in-house magazine)sesungguhnya memiliki peranan penting, terutama dalam membangun komunikasi dua arah.Apalagi ditengah angin perubahan di tataran global yang mendorong perubahan mindset secara drastis
Karyawan kini bukan sekedar lagi alat produksi, namun merupakan asset yang mesti berpartisipasi dalam setiap proses manajemen (bottom up). , convallis quis, pellentesque a, dolor. Curabitur vitae nisi non dolor vestibulum consequat.
Model seperti ini seharusnya pula yang mewarnai cara pandang pengelola media internal dan juga top management..
Namun, berbagai persoalan klasik tetap menghadang kualitas penerbitan majalah internal. Permasalahan umum yang dihadapi adalah penulisan yang tidak fokus, kurang sistematis dan melompat-lompat. Dari sisi tampilan perwajahan juga dibawah standar alias miskin kreatifitas.
Begitupun dengan penyajian foto-foto yang banyak berbau seremonial. Wajah-wajah top management umumnya lebih mendominasi. Terkesan terlalu top down. Persoalan lain yang juga menonjol adalah pilihan rubrik yang terlalu sederhana dengan penyajian yang cenderung text book karena pendekatan formal dan perwajahan yang old fashioned. Bagaimana dengan gaya bahasa? Ini juga menjadi persoalan yang cukup pelik. Bahasa yang terlalu formal begitu kental mewarnai tulisan yang tersaji di media-media internal. Sulit dibayangkan, bagaimana media jenis ini bisa dilirik karyawannya sendiri. Ditengah kesibukan bekerja dan membuat laporan-laporan kedinasan, mereka sebenarnya membutuhkan bacaan dengan gaya bahasa ringan dan tidak menggurui. Memang benar majalah internal perusahaan merupakan medium berbagai kebijakan perusahaan. Tapi jika dikemas dengan penyajian dan gaya bahasa yang terlalu formal, menggurui dan 'njlimet, justru akan membebani karyawan sendiri. Alih-alih dibaca, malah menumpuk bersama kertas-kertas kerja mereka. Lebih pahit lagi kalau pada akhirnya majalah itu masuk ke tong sampah. Nah, berkaca dari persoalan umum tersebut, sudah seharusnya perusahaan, khususnya pengelola media internal mengadopsi kiat dan strategi penerbitan media umum bila tidak ingin ditinggalkan pembacanya. Upaya perbaikan setidaknya harus mencakup delapan langkah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah keberadaan media yang dikemas secara profesional. Apa saja ke-8 langkah itu? 1. Lay out dan desain 2. Cover 3. Rubrikasi 4. Performa fisik 5. Berita 6. Bahasa 7. Foto 8. Distribusi .
sumber : http://www.falconpr.co.id/inhouse.html
/
trend majalah cetak menjadi majalah digital > lihat sukses story telkomsel > http://signal.mahoni.com/
No comments:
Post a Comment